Breaking News

Perjalanan ke Bandung yang Mengabulkan Mimpi Lainnya

 


Melakukan perjalanan kemanapun, bagiku adalah sebuah rutinitas yang paling sering aku lakukan. Baik dekat atau jauh sekalipun, tapi aku akan menentukan tujuan yang bagiku jauh dari keributan atau perkumpulan orang banyak. Bukan aku tidak menyukai keramaian, hanya saja disaat aku memilih untuk pergi sendirian. Makan tujuanku adalah diriku sendiri. Senang bisa mensyukuri diri ini dengan baik. Ya bagiku menulis juga memanjakan diri ini. Aku bisa mengungkapkan segala sesuatu yang aku rasakan terhadap diri ini terasa lebih hangat dan dalam.

 

Siapa lagi yang akan menyayangi diriku sehangat dan sedalam itu kalau bukan diriku sendiri. Aku menyayangi diri ini walau dia terluka dan bahagia. Saat diri ini terluka, dia hanya bisa menangisinya lalu menceritakan itu lewat tulisan, gambar atau momen berharga dalam sedihnya. Begitu juga jika ada kebahagiaan yang menghampiri.

 

Ada beberapa teman yang pernah bertemu beberapa kali denganku hanya sendirian di tempat yang berbeda. Biasanya sih di kedai kopi atau perpustakaan manapun.

 

"Kok sendirian lagi sih ketemunya"

Bagiku tidak ada masalah dengan sebuah kesendirian, memang posisi favoritku adalah sudut ruangan. Tapi dari salah satu sudut itu aku melihat banyak orang dibagian lainnya. Mereka punya cara mengekspresikan diri berkumpul bersama-sama. Dalam beberapa waktu aku juga melewati itu, mungkin kebetulan saja beberapa teman hanya melihat diwaktu aku asik dengan diriku sendiri.

 

Ngomong-ngomong perjalanan dekat, kira-kira hal itulah yang sering aku lakukan. Sekedar pergi ngopi dan baca buku. Atau hanya sekedar ingin menikmati hidup dengan membahagiakan diri sendiri. Enjoy yourself.

 

Tapi ada banyak perjalanan jauh yang mulai aku rencanakan satu persatu. Diawali pada tahun 2016 lalu. Saat duduk dibangku kelas XI SMA. Aku memilih untuk tidak masuk organisasi sekolah, hanya esktrakulikuler olahraga dan jurnalis pelajar saat itu. Olahraga menjadi pilihan tetapku dari dalu hingga kini yang tetap bertahan. Taekwondo, aku jatuh cinta dengan olahraga bela diri ini karena dulu aku merasa makin cantik dengan aura menjadi seorang atlit.

Ini akan aku ceritakan detailnya dalam satu tulisan sebelumnya. hehe

 

Jurnalis pelajar bagiku dulu adalah sebuah jalan untuk bisa menjadi semakin keren. Karena ada senior yang kemana-mana selalu pegang kamera saat beragam kegiatan di sekolah dulu. Dan ini akan aku tulis dalam satu tulisan sebelumnya juga. Dan aku bertahan di ekstrakulikuler ini. Pengalamanku ini yang membuatkan berani ikut kompetisi video reporter remaja yang diselenggarakan oleh Telkomsel saat itu, untuk mencari perwakilan yang diberangkatkan ke Bandung dalam kegiatan LOOP Maxcited Bandung 2016.

 

Aku menang dan aku berangkat ke Bandung untuk pertama kalinya. Dan yang sangat aku ingat bahwa itu adalah jalanku untuk terus melakukan perjalanan yang lebih baik dan baik. Perdana naik pesawat dan sendirian plus gratis seluruhnya sampai uang saku juga. Kebahagian itu yang membuat doa-doa lain ikut didalamnya. Aku harus bisa mengunjungi kota-kota lain di Indonesia dengan kerja kerasku sendiri dan dengan proses belajar juga.

Hingga di tahun 2020 ini, hampir di setiap tahunnya aku mendapatkan perjalanan-perjalanan lain ke kota yang berbeda-beda. Satu persatu catatan keinginku untuk mengunjungi kota-kota lain mulai diceklis.

 

Aku hanya berdamai dengan diri sendiri dalam sunyi malam sebelum aku tidur. Banyak harapan dan keinginan membahagiakan diri sendiri itu penting. Dan yang terpenting juga mampu memahami mau diri ini apa. Harus ngapain, apa mimpi dan harapan yang harus dilakukan. Tidak ada salahnya untuk bermimpi, tapi dibarengi dengan usaha dan doa itu penting.

 

Tidak ada yang kebetulan, tidak ada salah juga untuk merencanakan. Walaupun rencana itu tidak terlaksana. Mungkin tuhan punya rencana indah lain yang lebih keren.


Tidak ada komentar

Penerapan WFH di Kota Pekanbaru

  PEKANBARU - Penularan covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari, tidak terkecuali kota Pekanbaru. Tercatat enam o...