Rindu dalam Arbitrer
Pernah merasa sangat
dekat
Juga tiba-tiba merasa
sangat jauh
Tapi apa semua itu benar
terasa sama olehmu
Atau satu sisi tanpa
kedua itu
Seperti sebuah permainan
butuh keseriusan
Nyatanya kita hanya
melewati sebuah permainan saja yang akan segera berakhir
Tapi keseriusan butuh
itu
Bagaimana dengan
kesewenanganmu menyentuh
Melekat dalam
benak-benak pikiranku
Menumpuk lalu menetap
hingga menjadi sarang
Tapi sarang yang
kemudian bisa berpindah
Kemana sayap itu
mengepak
Dan kembali melakukan
hal yang sama
Tapi disini ada
kebingungan untuk mengespresikan sebuah rasa
Dengan segala ke
arbitrer itu
Sesuka mu tanpa tanda
yang tertinggal
Lewat sebuah kata
rindu

Tidak ada komentar