Penyandang Disabilitas : Kami Hanya Ingin Didengar
Tidak
ada yang manusia yang ingin dilahirkan dengan keterbatasan. Tapi tuhan telah
menciptakan hambanya dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi
apakah kita yang memiliki segala sesuatu secara cukup, pernah merasa cukup.
Pasti selalu merasa tidak pernah cukup. Selalu ingin lagi dan lagi. Tanpa
memikirkan hal tersebut kita butuhkan atau tidak. Hingga akhirnya kita lupa
tentang bersyukur.
Berbeda
dengan ibu Rini, seorang perempuan penyandang disabilitas yang tekun dengan
berbagai kegiatan, baginya keterbatasan itu tidak menjadi penghalang jika dia
dengan senang hati mengerjakannya. Aktif dalam organisasi juga membuatnya
banyak belajar, tentang hal baru.
Aktif
dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, saat ini kedudukannya adalah
sebagai ketua dalam organisasi ini. Tanggung jawab juga diemban dan bertemu
banyak orang adalah pelajaran. Tahun 2013, awal dirinya mulai berorganisasi.
Diantaranya ketua DPC kota Dumai, 2016 ketua DPD provinsi Riau.
Tidak
hanya itu, membuat berbagai kerajinan tangan jadi kesehariannya lebih terasa
berarti. Juga menjadi seorang ibu adalah tanggung jawabnya hingga saat ini.
Baginya semua yang dilakukan hingga saat ini juga ilmu yang bermanfaat.
Keuntungannya setelah berorganisasi mengajarkan beliau untuk berpikir bahwa,
disabilitas tidak hanya dirinya sendiri.
Dulu
dia hanya merasa sendirian, tapi kenyataan setelah di organisasi hal itu
berubah dan membuatnya semakin bersyukur. Aktif ikut kegiatan diluar kota,
diundang menjadi pembicara.
"Saya
menyatakan bahwa diri saya mampu. Tidak ada orang yang tidak bisa, tidak ada
orang tidak mungkin", hal itu disampaikan ibu Rini kepada saya.
Tapi
ada banyak hal yang disayangkan oleh bu rini dan teman-teman penyandang.
Kurangnya fasilitas yang dapat membantu segala kegiatan yang ingin mereka
lakukan. Aksebilitas yang dilihat dari transportasi umum salah satunya.
Bagaimana mereka dapat menjalankan kehidupan tanpa pertolongan orang lain jika
tidak mendapatkan aksebilitas itu sesuai dengan mereka.
"Tidak
ada kami berniat untuk menyusahkan orang lain, tapi memang itulah yang kami
butuhkan saat fasilitas umum aja tidak menunjang kebutuhan kami" sampainya
penuh harap saat diwawancara.


Tidak ada komentar