Breaking News

Menjadi Mahasiswa Komunikasi


Menjadi mahasiswa ilmu komunikasi ya pasti suka dukanya nggak jauh berbeda dengan jurusan-jurusan lainnya. Hanya saja aku memilih jurusan ini karena tidak ada pelajaran matematikanya. Sudah capek hitung-hitungannya sebagai anak IPS di SMA dengan perhitungan akuntansinya. Pernah sih satu semester belajar hitung-hitungan di semester 2 kalau aku nggak salah. Yaitu mata kuliah statistik. Ya pasti semua jurusan juga belajar ini yang berfungsi nantinya di semester akhir, jika menggunakan penelitian kuantitaf dalam tugas akhir kuliah. Ini sangat perlu pakai banget gitu. Memang matematika dasar sih. Tapi ya mau gak mau pasti ada mempelajari itu.

Karena Universitas tempat aku kuliah itu adalah universitas islam. Kampusku mewajibkan seorang perempuan menggunakan rok. Sungguh hal itu adalah hal yang sangat aku ingin hindari setelah tamat dari SMA waktu itu. Karena anaknya lasak dan nggak bisa diam, rok adalah hal yang sangat ingin dijauhkan. Tapi setelah masuk kampus ini banyak hal yang tidak aku inginkan harus aku lakukan. Kampus punya aturan dan aku harus mengikuti aturan-aturan itu dnegan baik. Tapi kalau sudah tidak berada dikampus, aku sangat menghindari untuk menggunakan rok. HEHEHE.

Lantas aku selalu mempertanyakan hal-hal yang sama selama kuliah atau mungkin setelah kuliah nantinya. Bagaimana aku nanti dan akan seperti apa aku nantinya.

Kenapa pilih kampus itu kalau nyatanya begitu ?
Nyatanya begitu yang seperti apa? seperti wajib menggunakan rok dan lainnya. Ya kalau diingat kenapa aku masuk di kampus ini. Ya karena saat itu aku lulus ujian mandiri disana. Setelah banyak tes yang aku jalankan dengan pilihan kampus-kampus lain aku tidak lulus. Dan kemudian aku berpikir bukan karena aku salah jurusan, tapi memang aku diberi jalan untuk itu. Hanya saja aku belum sepenuhnya melirik jalan yang diberikan itu dengan sepenuh hati.

Apa yang menjadikan aku bisa bertahan dikampus itu ?
Orang tua adalah sebuah jawaban atas semua pertanyaan apapun. Tidak mungkin lagi bagi aku sebagai anak pertama harus pindah-pindah kampus lagi. Jalani sebaik mungkin saja perjalanan yang sedang aku lakukan ini, jangan pernah berhenti karena aku nggak pernah tau seberapa jauh jarak yang akan aku lewati lagi. Aku harus terus berjalan meski aku tak juga tau diujung jalan ini aku menemukan apa nantinya.

Apa alasan aku kenapa harus mengambil jurusan ilmu komunikasi?
Sejak kelas 2 SMA aku sudah menentukan pilihan aku akan kuliah jurusan apa setelah aku lulus SMA. Sebelum memutuskan memilih jurusan Ilmu komunikasi ini. Aku memilih Manajemen Bisnis atau Administrasi Bisnis awalany karena aku pengen menjadi seorang pengusaha muda nantinya kala itu. Tapi banyak guru sewaktu di SMA mempertanyakan hal itu terus dan memberikan rekomendasi jurusan yang menurut mereka aku lebih senang dan cocok di jurusan yaitu Ilmu Komunikasi ini. Ingat waktu itu para guru aku ngomong.  "Kamukan sudah belajar banyak di SMA ini tentang bidang jurnalistik dan kamu serius menggeluti itu di SCHOOL UPDATE". Dimana aku banyak belajar bidang jurnalistik dan itu salah satu estrakulikuler yang bekerja sama dengan TV lokal di kota Pekanbaru sampai saat ini. Dan aku mengiyakan saran itu kemudian semangat mencari informasi dan banyak membaca tentang Ilmu Komunikasi dimanapun kampusnya. Intinya jurusan Ilmu Komunikasi. Dan aku bisa dan membuktikan itu.

Bagaimana rasanya setelah masuk dikampus itu?
Mungkin sama saja seperti kampus-kampus lain. Intinya bagaimana kitanya mampu membuat diri kita nyaman berada dimanapun dan bagaimanapun. Aku selalu berpegang bahwa mau dimanapun aku dan bagaimanpun keadaan aku, aku harus bisa bermanfaat untuk siapa saja dan jangan mengganggu siapapun selagi aku tidak membuat masalah.

Bagaimana rasanya menjadi anak ilmu komunikasi?
Banyak tantangan baru lebih dari sekedar bidang jurnalistik baik menulis atau hal lainnya. Tapi aku banyak belajar tentang hal baru yang belum pernah aku ketahui. Intinya aku harus selalu ditantang untuk membaca hal-hal baru tentang apapun itu.

Pernah ikut organisasi internal kampus atau eksteenal kampus?
Awalnya pernah masuk organisasi Internal dan Eksternal. Tapi mungkin belum cocok dengan akunya saja kali jadi nggak bertahan lama. Tapi kalau diluar kampus aku aktif bertemu banyak wajah baru dengan beragam latar belakang. Ya itulah metode belajar aku lainnya. Bertemu banyak orang dan berbicara tentang apapun. Belajar bisa dimana saja dengan cara apa saja selagi kita bahagia melakukannya. Jangan lupa bahagia.
Harapan setelah lulus dari kampus dengan jurusan itu apa ?
Bisa mendapatkan beasiswa melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama. Dimanapun saja aku mendapatkan. Ya berarti itulah tantangan perjalanan aku selanjutnya.

Tidak ada komentar

Penerapan WFH di Kota Pekanbaru

  PEKANBARU - Penularan covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari, tidak terkecuali kota Pekanbaru. Tercatat enam o...