Pentingnya Berpikir Kritis di Masa Pandemi
Banyaknya informasi yang sangat mudah didapatkan di zaman sekarang. Tentu hal itu juga yang memunculkan banyak pertanyaan baru. Lantas apakah sebuah pertanyaan akan terjawab sesuai akal kita masing-masing. Pastinya bermunculan pro-kontra terhadap pertanyaan baru tersebut.
Misalnya kita punya pertanyaan yang ingin ditanyakan. Hal tersebut karena kita memang kurang paham dalam permasalahan itu. Tapi sering kali orang-orang menyepelekan pertanyaan sederhana dari masing-masing pribadi. Bukan karena ketidaktahuan kita terhadap hal itu, memang karena kita ingin bertanya lebih dalam tentang permasalahan itu. Bisa mengobservasi isu yang sering kita dengar lalu kita analisa. Dan bergunakah kita menganalisa hal-hal tersebut.
Berpikir kritis itu adalah sebuah proses. Dimana proses itu membuat kita menjadi lebih teliti dan detail dalam menafsirkan banyak hal lagi. Sehingga tidak ada yang percuma dengan analisa kita nantinya. Dengan proses dimana kita mampu mengidentifikasi, tentang argumen yang mucul dan bagian-bagian yang sudah ada.
Kemudian mengobservasi dengan merasakan, juga memahami kembali informasi berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sebelumnya kita ketahui. Kemudian menganalisa isu atau argumen dengan cermat. Dan jangan lupa kembali mengevaluasi argumen itu untuk menentukan point of view. Memperhatikan efek dan implikasi terhadap argumen tersebut. Untuk menjadikan argumen itu sebagai refleksi yang baik atau tidak. Yang mana kita nantinya akan menemukan kesadaran akan kemampuan kita masing-masing dengan argumen tadi.
Sebab berpikir kritis bukan untuk mencari jawaban iya atau tidak, tapi bagaimana kita memahami secara keseluruhan. Supaya kita punya kebebasan dalam berpikir dan punya keputusan sendiri, lebih percaya diri. Tentu berpikir kritis membuat kita percaya untuk punya argumen sendiri dan baik untuk dijalankan.
Lebih terbuka dengan ide-ide yang bisa dipertanggung jawabkan, kita mampu meningkatkan fungsi literasi kita, sehingga nantinya kita tidak gagal paham dengan adanya informasi. Dan tidak mudah terperangkap dalam penipuan. Apalagi di zaman sekarang, dengan segala kemudahan mendapatkan akses kita harusnya juga pandai memilah segala kebenaran atau tidak.
Contohnya grup whatsapp keluarga yang sering menjadi salah pemahaman. Segala informasi yang tidak tahu bersumber darimana selalu dibagikan. Tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Nah, berpikir kritis yang dimaksudkan, menjadi solusi untuk saling memberi tahu terkait isu-isu atau argumen yang baik dan benar. Menghindari hal yang salah atau hoax.
Tidak mudah untuk mampu menerapkan berpikir kritis dalam beragam hal. Tapi itulah sebuah proses yang harusnya sama-sama bisa diciptakan untuk lebih baik. Baik dengan segala isu yang mendidik. Argumen yang baik juga akan meningkatkan kesadaran, tentang peristiwa sederhana yang kita mampu lakukan. Menghindari berita bohong merupakan langkah sederhana untuk terus meningkatkan berpikir kritis.
Tapi tentunya penguatan dan pengembangan literasi kita harusnya meningkat. Bagaimana kita akan mampu berpikir kritis jika pengetahuan yang minim akan membantu kita lebih kritis. Minat seseorang untuk membaca sejauh apa untuk mampu memahami beragam informasi untuk lebih kritis.
Untuk mampu mengatasi permasalahan itu tentu banyak faktor yang memengaruhi. Salah satunya perpustakaan terdekat dengan keseharian. Seharusnya perpustakaan juga menjadi salah satu solusi untuk orang-orang mampu meningkatkan pengetahuan. Misalnya saya yang berharap besar dengan perpustakaan di kampus. Harapan saya dengan perpustakaan adalah mendapatkan informasi seputar kajian keilmuan saya.
Tapi apakah semuanya bisa terbantu dengan hanya satu perpustakaan, rasanya ada faktor lain yang sangat membantu adalah diri sendiri untuk mau atau tidak untuk melakukan hal itu. Terutama berpikir hal-hal secara kritis. Memikirkan hal-hal secara detail dan mendalam. Masih merasakan ada hal yang kurang dan kurang lagi. Dengan rasa seperti itu, tentunya meningkatkan semangat untuk kita mampu berproses untuk memahami hal secara kritis.
Terlebih lagi di masa pandemi saat ini, semakin banyak informasi yang kita dapatkan dengan sangat cepat. Dimana semua orang dengan cepat mendapatkan, tapi jika salah pemahaman tanpa mengidentifikasi kebenaran. Apa yang akan terjadi di masa pandemi ini akan semakin meningkatkan kecemasan. Banyak orang yang akhirnya terperangkap dengan kebohongan itu.
Untuk itu berpikir kritis harus mulai kita terapkan perlahan, sebagai langkah antisipasi sebuah kebenaran diatas kebenaran tersebut. Yang nantinya juga akan bermanfaat untuk kita dan orang banyak juga. Tidak ada lagi penyebaran kebohongan yang berlebihan. Dengan itu berpikir kritis menjadi sebuah pemutus mata rantai kebohongan.


Tidak ada komentar